Archive for January, 2008

Puisi Letto di Video Clip Permintaan Hati

Tuesday, January 29th, 2008

Untuk Marsha

Cahayaku…..

Nggak ada kata yang bisa aku sampaikan
Selain maaf dan terimakasih
Sudah memberikan arti di hidupku yang sempit ini

Aku harus pergi..
Bukan meninggalkanmu
Tapi hanya terlepas darimu

Jika kamu yakin akanku,
Maka memang inilah cara yang terbaik
Untuk di jalankan..

Terima kasih

Tuesday, January 22nd, 2008

Sering ku katakan,aku harus melupakan tentangmu..
Namun ku akui itu hal yang sangat sulit bagiku
Bila kini aku tak lagi menyapamu
bukan karena aku tak merindukanmu
Bila kini aku tal lagi menanyakan kabarmu
Buka berarti aku tak mengingatmu
Inilah caraku tuk membuang harapan semu
Inilah caraku tuk tidak mengharap yang tak maungkin

Mengapa kau katakan itu padaku
Dan membuat diriku berpikir”benarkah apa yang ucapkan”
Atau kau hanya ingin menghiburku dari rasa sepiku.
Tidak kau..sungguh semua perkiraan itu tidak benar
Jauh sudah bayangmu melangkah pergi
Dan rasanya tak mungkin kau kembali menyapaku

Bila engkau tahu apa yang ingin kucapkan malam itu…
Bila engkau tahu apa yang ada di hatiku saat itu
Segumpal rinduku tercurah untukmu
Tunas cinta yang telah lama mati kini tumbuh kembali..
Engkaulah yang membuat cintaku tumbuh
Dan setelah tumbuh engkau tinggal pergi..

Bila memang dgn tidak menyapaku lagi akan lebih baik bagimu
Bia memang dgn caramu menghindar akan membuatmu tentram
Bila memang dgn meninggalkanku akan membuatmu senang…
Aku disini hanya bisa tersenyum dengan segudang luka
Aku disini hanya bisa mendo’akan yang terbaik bagimu..
Semoga dan Semoga kau senantiasa dapat meraih kata sukses

Smua apa yang pernah kita bicarakan
Sangatlah berarti bagiku karena semua itu menjadi satu semangat buatku..
Terima kasih atas semua advice dan suport yang akhi berkan selama ini…

Fatimah Az Zahra

Hampa…

Tuesday, January 22nd, 2008

Berjalan tanpa tau arah tujuan
berlari tanpa mengerti kapan akan berhenti
menanti tanpa sadar waktu kan berlalu
tanpa cintamu tanpa hadirmu

kemarin hari ini hingga esok
entah kapan kusapa sosokmu yag dulu menyertai
menyapu rindu yang kian membuncah hatiku
hingga akhirnya sadar semua telah berlalu

aku ada meski kau tak sadar
aku hadir walau kau tak menyapa
kehampaan pada ruang kosong di hatimu
takkan mungkin kusinggah meski memaksa
karena hampa memenuhi rasamu padaku
hampa…. itulah jawabmu

PERNIKAHAN SEBAGAI PERJANJIAN YANG AGUNG

Tuesday, January 22nd, 2008

Pernikahan adalah sebuah perjanjian yang agung antara seorang pria dan seorang wanita. Allah menyatakannya dalam al-Qur’an sebagai perjanjian yang kuat, mitsaqan galizha.

Sebuah pernikahan hanya akan berarti apabila dilandasi oleh dasar saling cinta dan berniat menjalankan sunnah rasul. Pernikahan dalam Islam tidak bermakna apabila hanya didasari oleh keinginan hawa nafsu: nafsu melihat kecantikan, nafsu melihat kekayaan, pangkat, jabatan dan status sosial. Sekalipun hal itu merupakan hiasan namun dalam hal memilih jodoh Nabi berpesan agar menomorsatukan agamanya, niscaya kamu akan merasa tenang karenanya.

Dalam ajaran Islam, pernikahan mengandung beberapa tujuan. Pertama, pernikahan adalah melaksanakan sekaligus menghidupkan sunnah rasul. Kata Nabi SAW: “Nikah itu sunnahku barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka ia bukanlah golonganku”. Menikah adalah menyempurnakan pengamalan kita dalam beragama. Nabi pernah menyatakan menikah adalah setengah melaksanakan agama.

Kedua, Nikah bertujuan untuk menjaga keberlangsungan eksistensi manusia. Allah SWT mengangkat manusia sebagai khalifahNya, wakilnya, mandatarisNya di muka bumi. Untuk terus memelihara dan melanjutkan risalahNya maka Allah meminta kita untuk memperhatikan, memelihara dan membina keturunan. Jalan halal yang ditempuh untuk memperoleh keturunan adalah dengan menikah. Firman Allah dalam surat Annisa ayat 9 “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang merasa anak-anak yang lemah”. Dengan menikah diharapkan lahir generasi-generasi baru yang dapat melanjutkan amanat-amanat Allah dan risalah NabiNya..

Ketiga, menikah adalah memperjelas nasab/keturunan. Tanpa pernikahan dapat dibayangkan banyaknya anak-anak yang lahir tanpa nasab yang jelas, siapa ayahnya dan siapa ibunya.

Keempat, Pernikahan adalah upaya menghindari dekadensi moral. Ucapan Ijab kabul sangatlah pendek mungkin hanya satu menit. Namun ucapan yang hanya sesingkat itu telah merobah dengan luar biasa status hukum seseorang terhadap lainnya. Kalau dahulu berdua-duaan antara seorang laki-laki dengan wanita yang bukan mahram itu diharamkan maka setelah ijab kabul melakukan hubungan yang mesra antara suami istri justru mendapat pahala karena sudah dihalalkan. Karena itu kita heran mengapa masih ada orang yang lebih suka melakukan hubungan bebas tanpa ikatan pernikahan padahal pernikahan itu amat mudah dilakukan, cukup dengan ijab kabul satu menit saja. Mereka lebih senang bergaul bebas tanpa ikatan apapun. Hari ini berpasangan dengan si A besok berhubungan dengan si B. Akhirnya muncullah dekadensi moral di tengah masyarakat.

Kelima, menikah adalah pintu gerbang mencapai keluarga sakinah. Tidak ada kenikmatan yang luar biasa kecuali memiliki keluarga yang harmonis, damai, tentram, penuh cinta dan kasih dalam satu bahtera. Sebaliknya tidak ada penderitaan yang luar biasa selain memiliki keluarga yang penuh konflik, jauh dari kedamaian, cinta dan harmoni. Kalau di dunia ini ada surga maka itulah pernikahan yang bahagia, sebaliknya bila di dunia ini ada neraka maka itulah pernikahan yang gagal. Masyarakat yang baik akan muncul dari keluarga yang baik sebagaimana juga keluarga yang buruk akan menghadirkan masyarakat yang buruk.

Perjanjian antara ananda Agung dengan Irma yang baru saja diucapkan tidak saja disaksikan oleh seluruh keluarga, handai taulan dan sahabat-sahabat ananda melainkan juga disaksikan oleh para malaikat. Karena itu jaga dan pelihara benar-benar janji anda berdua sampai maut memisahkan anda. Jangan khianati perjanjian agung itu. Bila salah satu mengkhianatinya maka bukan saja anda mengkhianati perjanjian antara anda berdua melainkan juga mengkhianati keluarga, handai taulan dan karib kerabat anda. Arasy pun bergoncang karenanya.

Ananda Agung, wanita di sebelah anda sekarang sudah resmi menjadi istri anda. Dia siap untuk berbagi dalam suka dan duka. Dia juga siap untuk berkorban demi memperoleh kebahagiaan anda. Kalau dahulu ananda Agung bisa bebas bepergian kemana saja anda suka dan melakukan apa saja yang anda mau maka sekarang ada seseorang di rumah yang selalu menanti anda. Apabila sampai larut malam anda belum pulang ingatlah di rumah ada seseorang yang tidak dapat memejamkan mata karena mencemaskan anda. Lindungilah dia, Beri dia pendidikan yang baik. Kokohkan aqidahnya. Mantapkan pikirannya dengan ilmu pengetahuan. Sirami rohaninya dengan keimanan. Dan ajaklah dia mengarungi samudera kehidupan dengan senantiasa menjadikan ajaran Allah sebagai pedomannya. Sempurnakan dan tutupilah kekurangannya. Perlakukan dia dengan baik, mu’asyarah bil ma’ruf. Kata Nabi sebaik-baik orang adalah yang terbaik perlakuannya terhadap istrinya.

Ananda Irma, kalau kemarin anda berada di bawah perlindungan orang tua anda sepenuhnya maka kini peran itu dialihkan kepada seseorang yang kini menjadi suami anda. Dia adalah orang yang siap melindungi anda dalam berbagai keadaan. Dia menjadi sahabat sekaligus pahlawan bagi hidup anda dalam suka dan duka. Mintalah nasehat dan pendapatnya. Bila akan bepergian ke luar rumah jangan lupa minta izinnya. Kalau ada kekurangannya tutuplah dengan kelebihan yang ada pada diri anda.

Keluarga adalah tempat yang pertama sekaligus utama membentuk generasi yang shalih. Jadikan ia tempat untuk menanamkan bibit-bibit unggul generasi masa depan demi kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Doa demi doa harus selalu menyertai perjalanan hidup kita dalam keluarga.

Allahumma Barik lahuma fi khairin. Rabbana Hab Lana min azwajina wa zurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama. Rabbana Atina Fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabannar.

Walhamdulillahirabbil’alamin.

Wanita Sempurna

Monday, January 21st, 2008

Ini kisah perjumpaan dua orang sahabat yang sudah puluhan tahun terpisahkan hidupnya. Mereka kangen-kangenan, ngobrol ramai sambil minum kopi disebuah kafe. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.

“Ngomong-ngomong, mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?” ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang membujang.

“Sejujurnya sampai saat ini saya terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu di Bandung, saya berjumpa dengan seorang gadis cantik yang amat pintar. Saya pikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku. Namun ternyata di masa pacaran ketahuan bahwa ia sangat sombong.Hubungan kami putus sampai di situ.

“Di Jakarta, saya ketemu seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama, aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun ternyata belakangan saya ketahui, ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.

“Saya terus berupaya mencari. Namun selalu saya temukan kelemahan dan kekurangan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua wanita ideal yang selama ini saya dambakan. Ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan, dan suka humor. Saya pikir, inilah pendamping hidup yang dikirimTuhan. ”

“Lantas,” sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan, “Apa yang terjadi? Mengapa kau tidak segera meminangnya? ”

Yang ditanya diam sejenak. Suasana hening. Akhirnya dengan suara lirih, sang bujangan menjawab, “Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna.

“Get the point?? Nobody’s perfect, dear… even yourself.

why..

Wednesday, January 16th, 2008

Makin hari makin aku merindukanmu

Adakah engkaupun mempunyai asa yg sama

Entah mengapa apa yg telah terjadi antara kita

Hingga kurasakan jauh sudah padahal sering kita sua

Ya..meskipun sua kita hanya di dunia maya..

Ingin rasanya aku tanyakan ‘mengapa kau berbuat demikian”

Tidakkah kau rasakan betapa aku menangis teringat engkau hiks

Ingin ku tepis semua asa itu namun selalu gagal dan gagal lagi

Hingga ku sengaja aku hindari diriku dari siapapun…

Aku hanya ingin sendiri untuk menenangkan luka..

Aku hanya ingin sendiri untuk menepis rinduku..

Ini satu cara untuk menyembunyikan satu rasa cinta

Yang tak mungkin akan terungkap…

Hanya satu kebisuan yg kita rasakan…

Ingin aku tanyakan”apa yg kau katakan satu gurauan atau kesriusan

Jika semua apa yg kau katakan hanya satu gurauan..

Maafkanlah aku yg telah salah mengartikan….

Maafkanlah aku yg terlanjur jatuh hati padamu…

Maafkanlah aku yg tak bisa ungkapkan kata hatiku..

Engkau tak mungkin lagi datang lagi

Engkau tak mungkin lagi tuk menyapaku..

Dan engkau tiada lagi ingat akan aku…

Bimbang

Tuesday, January 15th, 2008

Entah mengapa ia begitu mudah berubah

Padahal hari itu kami masih bercanda bersama

Ingin rasanya daku tanyakan apakah sebabnya

Namun terasa kaku sudah rasa itu….

Bagai air yang telah menjadi beku

Bagai bara api yang telah menjadi abu

Atau bagai air laut yang telah menjadi garam

Seandainya keseriusan itu kau katakan

Alangkah indahnya kebersamaan kita..

Namun canda dan keseriusanmu tak bisa kupahami

Hingga hal ini aku hanya menerka

Benarkah…ucapan itu serius kau katakan

Oh my Allah..Apakah yang harus aku lakukan

Aku tak bisa lagi terus begini

Menanti hari tanpa keputusan yang pasti…

thx to Fatim4h az zahra

Menjaga Hati

Tuesday, January 15th, 2008

masih tertinggal bayanganmu
yang telah membekas di relung hatiku
hujan tanpa henti seolah bertanda
cinta tak disini lagi kau telah berpaling
biarkan aku menjaga perasaan ini
menjaga segenap cinta yang telah kau beri
engkau pergi aku takkan pergi
kau menjauh aku takkan jauh
sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
masih adakah cahaya rindumu
yang dulu selalu cerminkan hatimu
aku takkan bisa menghapus dirimu
meskipun kulihat kau kini diseberang sana
andai akhirnya kau tak juga kembali
aku tetap sendiri menjaga hati
sejujurnya ak masih mengharapkanmu

Yovie & Nuno - Menjaga Hati

Sahabat

Sunday, January 13th, 2008

Andai saja aku sejak dulu mengenalmu
Mungkin hari hariku tak kan pernah kelabu
Cerita candamu mengisi relung hatiku
Yang selama ini terselubung ragu

Kau satu yang nantikan
Tak sanggup ku pindah ke lain hati
Hadirmu sangat berarti
Temani hariku yang sepi ini

Disaat aku merasakan sendiri
Kau selalu hadir menghiburku
Dan membuatku tertawa

Terima kasih sahabatku
Tak akan pernah berhenti aku ucapkan itu
Tak semudah kata yang selalu ku rangkai
Karena hadirmu tak tergantikan

Pujianku tak sekedar kata kata
Kau bangkitkan semangat hidupku
Tapi kini aku merasakan hal lain di hatiku
Aku takut akan hal itu terjadi
Dan akhirnya akulah yang tersakiti

Sahabat
Sebelum asa itu tumbuh
Aku mau berhenti sampai disini
Sengaja aku delete id mu di YM ku
Bukan karena benci..
Bukan pula karena aku punya pengganti

Jika engkau tahu apa alasan itu
Karena aku telah jatuh hati padamu
Dan aku tak berharap itu

thx to Fatim4h az zahra

ta’aruf

Sunday, January 13th, 2008

pernah kau katakan
karena keramahanku yg membuatmu ingin lebih mengenalku
karena kejujuran dan kepolosanku hingga kau pun terkesima
karena sabar menghadapi cobaan membuat dirimu selalu mengingatku
semua apa yang engkau ucapkan masih utuh dalam ingatan

sekian lama karena seringnya jumpa
kau beranikan untuk menyatakan cinta padaku
sekian lama pula kau tak lelah menunggu jawaban
akhirnya
ku katakan dan kita sepakati satu kata”ta’aruf”

sungguh indah kala itu
meskipun diri dan pribadimu tak banyak ku ketahui
namun aku yakin akan baik budi dan ketulusanmu
hari demi hari kita jalani
namun takdir tidak seperti yang kita inginkan

yang akhirnya kata ta’aruf jadi buyar
namun yang patut aku syukuri
aku pernah merasakan kasihmu yang tulus
aku pernah merasakan segala perhatianmu
dan aku pernah merasakan segala pengorbananmu

kini buyar sudah impian menggapai satu mahligai
hilang sudah harapan tuk hidup bersama selamanya

Ukhti
tidakah kau tahu
betapa aku sakit menahan rindu
hari hari kepergianmu selalu ku catat dalam diari usang itu
ya ukhti..diary yang pernah kita isi bersama

diari tentang kasih kita dan cara kita mengatasi masalah
ah …mungkin saat ini ukhti lupa
coz disana ukhti telah bersanding dengan yang lebih mulia
huh..sabar untuku agar tak mengingat masa lalu

thx to Fatim4h az zahra