Coba kita renungkan
Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terkait di mata kail, hendaklah kamu segera mengambil ikan itu. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia dengan begitu saja kerana ia akan sakit. Sakit karena ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selama ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja kerana dia akan terluka oleh kenangan bersamamu. Mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia
mengingatimu….
Jika kamu mengambil air menggunakan beliung, jangan terlalu berharap pada beliungnya dan janganlah menganggap ia begitu kuat. Cukuplah mengambil sekadar keperluanmu…. Apabila sekali ia retak, tentu sukar untuk kamu memperbaiki seperti semula. Akhirnya ia dibuang sedangkan jika kamu mencoba memperbaikinya mungkin ia masih bisa dipergunakan lagi.
Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terima lah seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa, anggaplah dia manusia biasa. Apabila sesekali dia melakukan kesalahan dan kamu tidak bisa menerimanya akhirnya kamu akan kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya bisa jadi hubungan kamu akan berlangsung hingga akhirnya….
Jika kamu telah memiliki sepiring nasi yang pasti baik untuk dirimu, mengenyangkan dan bermanfaat, mengapa kamu mengeluh, dan mencoba untuk mencari makanan yang lain? Terlalu ingin mengejar kelazatan. Dan akhirnya nasi itu akan menjadi nasi basi dan kamu tidak mau memakannya. Kamu menyesal akhirnya.
Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu mengeluh, mencoba membandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya dia menjadi milik orang lain.
Kamu juga yang akan menyesal…